You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
TPS di Jl Meruya Utara Diminta Ditutup
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

TPS di Jl Meruya Utara Diminta Ditutup

Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi meminta agar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Meruya Utara, tepatnya di pinggir tol Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan ditutup. Pasalnya, TPS tersebut membuat lokasi jadi tampak kumuh.

Saya minta TPS ini segera ditutup karena membuat kawasan ini jadi tampak kumuh dan bau

“Saya minta TPS ini segera ditutup karena membuat kawasan ini jadi tampak kumuh dan bau,” pinta Anas, Senin (11/5).

Kasudin Kebersihan Jakarta Barat, Anggiat Togatorop mengatakan, bangunan TPS tersebut merupakan aset Pemprov DKI.  

Basuki Senang Dapat Hibah 5 Truk Sampah

Dikatakan Anggiat, TPS tersebut untuk menampung sampah tiga RW di kelurahan tersebut. Sebanyak 70-80 gerobak sampah warga dibuang setiap hari di lokasi tersebut.

“Memang TPS tersebut berada di lahan salah satu warga. Tapi untuk aset bangunannya milik Pemprov DKI. Setiap hari kami rutin mengangkut sampah sebanyak dua truk dari TPS tersebut,” ucap Anggiat.

Namun, lanjut Anggiat, pihaknya belum dapat memutuskan apakah akan menutup TPS tersebut atau tidak. Sebab, pihaknya sangat sulit mencari lahan pengganti.

“Saya maunya sih TPS tersebut ditutup karena memang lokasinya yang kurang tepat. Tapi, sulitnya mencari lahan baru agar nantinya bila ditutup tidak timbul TPS-TPS liar. Akan kami rapatkan terlebih dahulu dengan Walikota untuk mencari solusi yang tepat,” tandas Anggiat.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1178 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati